Disaster Engineering : Jatuhnya Pesawat Adam Air
Pada awal Januari 2007 lalu,
masyarakat Indonesia sangat dihebohkan dengan berita jatuhnya pesawat Adam Air MH370. Pesawat ini jatuh di perairan Sulawesi Selatan pada Senin, 1 Januari
2007 pukul 13.59 WIB. Dikabarkan seluruh penumpang dengan jumlah 102 orang
beserta awak pesawat meninggal dunia karena tidak ada satupun yang ditemukan.
Penyebab
jatuhnya pesawat ini dikarenakan tidak berfungsinya sistem navigasi pesawat atau
IRS. Tidak hanya itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)
mengatakan bahwa jatuhnya pesawat ini disebabkan oleh kombinasi dari beberapa
faktor diantaranya adalah kegagalan pilot dalam memonitor flight instrument
terutama dalam 2 menit terakhir. Pilot terlalu fokus pada kerusakan IRS
sehingga tidak menyadari terdapat kerusakan-kerusakan lainnya pada flight
instrument. Dikabarkan pula telah terjadi 150 kali kerusakan pada system
IRS-nya dari bulan Oktober hingga Desember 2006. Para pilot sebelumnya yang telah memakai pesawat ini, telah
mengeluh ke pihak manajemen tetapi tidak di respon. Mungkin pikir manajemennya
selagi masih bisa diperbaiki, perbaiki saja.
Nah,
tugas saya disini adalah saya diibaratkan sebagai engineering maskapai Adam Air. Saya bertugas dalam memperbaiki mesin-mesin yang ada dalam maskapai
tersebut. Saya telah mengetahui system IRS-nya telah rusak dan harus diganti
dengan yang baru. Lalu saya lapor kepada manajemen, tetapi permintaan saya
ditolak. Saya paham betul jika system IRS ini sudah rusak parah dan berakibat
sangat fatal. Saya mengetahui betul pesawat
ini pasti berkemungkinan akan jatuh. Saya coba menjelaskan dengan sopan kepada
manajemen. Tetapi tetap saja manajemen tidak peduli. Apa yang akan saya
lakukan?
Menurut
NSPE sebagai seorang engineering haruslah bekerja secara professional dengan mematuhi prosedur-prosedur etika engineering. Dalam pengambilan keputusan masalah ini, yang saya harus lakukan adalah mempertimbangkan
secara matang dan professional meliputi berbagai aspek yang harus dipatuhi sebagai seorang engineering. Berikut adalah cara pengambilan keputusannya:
Sesuai pada tabel, setelah mempertimbangkan banyak aspek mengenasi peraturan NSPE tentang engineering, yang saya harus lakukan dalam menghadapi kasus ini adalah tetap mendesak manajemen. Saya harus tetap mendesak manajemen agar mengganti alat atau sistem IRS tersebut. Menurut saya, aspek utama yang paling penting adalah mengutaman keselamatan banyak orang. Apalagi dalam hal ini merupakan penumpang atau customer. Jadi, option (2) atau "Tetap Mendesak Manajemen" dipilih karena merupakan pilihan yang paling baik.
Kasus jatuhnya pesawat Adam Air ini semata-mata hanya sebagai contoh kasus "Disaster Engineering" untuk pengerjaan tugas saya. Bukan maksud saya menyalahkan pihak manapun di maskapai tersebut. Saya hanya mengerjakan tugas saya. Terimakasih telah membaca blog saya. Sekian.
Sumber terkait :
https://www.youtube.com/watch?

Komentar
Posting Komentar